fenty binti zaeni: 2014

Selasa, 07 Oktober 2014



Nama              : Fenti zulaikawati
NIM                 :  140651100075
Progam Studi : PGPAUD (1 B)
Menceritakan Pola Asuh Yang Saya Alami
            Nama lengkap saya Fenti zulaikawati biasa di panggil Fenti, saya dilahirkan pada tanggal 3 Juni 1996 bertepatan pada hari senin wage. Saya dilahirkan dari pasangan Zaeni dan Sitilun Fatimah, saya merupakan anak pertama dari pernikahan yang dilakukan pada tahun 1995, saya memiliki saudara sebanyak 3adek saya yg pertama berjenis kelamin laki-laki yg lahir pada tahun 1998, disusul adel saya yang kedua lahir pada tahun 2006 dan berjenis kelamin perempuan, adek saya yang terahir lahir pada tahun 2008 berjenis kelamin laki-laki.
Saya termasuk anak yang sangat mandiri karena ketika saya berumur 2 tahun saya sudah mempunyai adek, yang biasanya kasih sayang ibu saya diberikan kepada saya semua kini harus terbagi dengan adek saya, dan yang biasanya ibu saya hanya mengasuh saya tpi kini harus mengasuh saya juga, dan semenjak itu juga saya menjadi dekat dengan bapak saya, jadi saya banyak belajar dari bapak saya bahkan ketika saya berangkat sekolah bapak sayalah yang mengantar saya ketika saya minta sesuatu saya juga akan minta bapak saya, dan ketika bapak saya pergi kemana saya selalu ikut.saya masih ingat  ketika waktu itu ibu saya ingin tidur bersama saya tapi saya tidak mau, dulu saya berfikir bahwa ibu saya lebih mementingkan adek saya, wajarlah yang biasanya saya tidur di temani ibu saya tapi ketika saya mempunyai adek saya harus tidur ditemani bapak saya. Tapi setelah saya mengerti akhirnya saya bisa memahami itu semua, dan saya menjadi seorang anak yang mandiri sampai sekarang. Mulai SMP  jarak sekolah saya selalu jauh dengan rumah bahkan saya harus asrama begitu pula pada waktu saya SMA. Dan saya sekarang baru sadar bahwa berkat saya mempunyai adek saya bisa mandiri. Saya tumbuh menjadi anak yang apa-apa tidak menghandalkan orang tua saya, saya tahu kalau orang tua saya sibuk dan saya tahu bahwa yang di urus bukan saya saja tapi adek saya juga, dan saya anak pertama jadinya harus bisa membantu ibu saya.

Minggu, 07 September 2014

Makalah profesi keguruan

MAKALAH
PROFESI KRGURUAN AUD
PERAN GURU DALAM BIMBINGAN DAN KONSLING
Pembimbing:
Titin Faridatun Nisa’, SPd., M.Pd.
Disusun oleh : Kelompok 8
-
-
-
JURUSAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2014



KATA PENGANTAR

Puji syukur kamipanjatkan kehadirat Allah SWT karena rahmat,inayah dan hidayahnya yang telah memberikan petunjuk untuk kami dapat  menyusun makalah ini sebagai pedoman dalam melaksakan kegiatan pembelajaran di dalam Universitas Trunojoyo Madura tahun akademik 2014/2015. Makalah ini bertema tentang “ PERAN GURU DALAM BIMBINGAN KONSELING ” yang mana berisikan tentang pembahasan-pembahasan singkat yang kami rancang berdasarkan keseimbangan dalam teorI dan praktek,sehingga dapat memberikan bekal ilmu pengetahuan yang sesuai dengan progam studi ini yaitu “PROFESI KEGURUAN AUD”. Yang mana kami sesuaikan dengan buku-buku yang kami rangkai secara resmi.
Demikianlah kiranya dan sebagaiharapan kami semoga makalah ini dapat membawa manfaat bagi kami dan anda semua yang membutuhkannya.




Bangkalan, Agustus 2014





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................... 2 DAFTAR ISI................................................................... 3
BAB I
PENDAHULUAN............................................................ 4
A.   Latar Belakang............................................................. 4
B.   Tujuan.......................................................................... 5
C.   Rumusan Masalah....................................................... 6

BAB II
Pembahasan ................................................................... 7
BAB III
Kesimpulan........................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA....................................................... 14









BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang    
Bimbingan dan konseling tidak hanya diperlukan oleh sekolah tingkat tinggi saja, PAUD pun juga membutuhkan bimbingan dan konsling, Adanya bimbingan dan konseling di PAUD bukan berarti sekedar ikut-iktan saja. Keberadaan bimbingan konseling dilingkungan PAUD juga dibutuhkan. Sebab, banyak perilaku bermasalah muncul pada peserta didik ketika dewasa yang disebabkan oleh masa lalunya diwaktu kecil. Hal ini menunjukan bahwa masa-masa awal anak telah kecolongan dalam hal tindakan pencegahan terhadap munculnya perilaku bermasalah di masa depan.
 karena tujuan konseling bukan hanya mengurusi anak-anak yang terkenak masalah saja,tapi tujuan utama diselenggarakannya bimbingan dan konseling di lembaga PAUD adalah mengantisipasi atau mengambil tindakan preventif terhadap munculnya perilaku bermasalah tersebut. Dengan demikian, sesungguhnya bimbingan dan konseling tidak hanya diberikan kepada anak didik yang telah bermasalah perilakunya saja, melainkan juga kepada mereka yang tidak berperilaku masalah. Tentunya, mencegah akan jauh lebih mudah daripada mengobati. Asas ini pula yang akan diberlakukan di dalam bimbingan konseling di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Dengan kata lain, mencegah munculnya perilaku bermasalah pada anak-anak jauh lebih mudah daripada mengatasi perilaku bermasalah pada orang dewasa.







B.    TUJUAN
        Adapun tujuan pelaksanaan bimbingan konseling pada anak paud sebagai berikut:
1.      Tujuan Khusus
a. Membantu anak untuk :
Ø  mengenal dirinya (kemampuan,sifat,kebiasaan)
Ø  mengembangkan potensinya
Ø  mengatasi kesulitannya
Ø  menyiapkanperkembanganmental, sosial& jenjang pendidikan selanjutnya
b.  Membantu orang tua:
Ø Mengerti, memahami dan menerima anak sebagai individu.
Ø Mengatasi gangguan emosi anak dan kesehatan
Ø memilih sekolah yang sesuai dengan tahap kemampuan anak.
2.      Tujuan Konseling   
a. memberikan bantuan yang intensif dalam membina kemampuan bakat minat,    
             b.      Memecahkan kesulitan serta kelainan khusus yang dihadapi konseli.












C.    RUMUSAN MASALAH
1.      Apa saja kebutuhan bimbingan bagi anak dan macam-macamnya?
2.      Apa fungsi dan prinsip  dari bimbingan konseling tersebut?
3.      Apa pentingnya bimbingan konseling pada anak usia dini?
4.      Asumsi dasar yang melandasi bahwa PAUD memerlukan bimbingan dan konseling?
5.      Apa dampak program bimbingan dan konseling di lembaga PAUD?






















BAB II
PEMBAHASAN

1.      Kebutuhan Bimbingan Bagi Anak dan Macam-Macamnya
           
          Adapun bimbingan bagi anak dan macam-macamnya diantaranya sebagai berikut:
1)      Bimbinagan belajar: Yang perlu diperhatikan mengenai prosedur sekolah dan masalahnya,nbagaimana kalau tidak masuk sekolah dan lain-lain.
2)      Bimbingan penyelesaian: Memberikan kesempatan pada anak-anak yang dapat memberikan kesaksian pada dirinya
3)      Bimbingan pekerjaan (vocational guedance): anak-anak supaya diberi pengetahuan mengenahi bermacam-macam sekolah menengah atas supaya memiliki pandangan tentang sekolah tersebut, hingga mudah membuat pilihan yang ada hubungannya dengan masa depan
4)      Bimbingan sosial dan pribadi: bimbingan yang berhubungan dengan kesulitan psikolog yang dialami anak

2.      Fungsi Dari Bimbingan konseling

            Fungsi utama dari bimbingan konseling adalah membantu murit dalam masalah-masalah pribadi dan sosial yang berhubungan dengan pendidikan dan pengajaran atau penempatan dan juga menjadi perantara dari siswa dalam hubungannya dengan para guru maupun tenaga adminitrasi.
Adapun fungsi bimbingan ada 4 macam yaitu:
1.      PRESERVATIF: Memelihara dan membina suasana dan situasi yang    baik dan tetap diusahakan terus bagi lancarnya belajar mengajar.
2.      PREVENTIF: Mencegah sebelum terjadi masalah.
3.      KURATIF: Mengusahakan “penyembuhan” pembetulan dalam mengatasi masalah.
4.      REHABILITASI: Mengadakan tindak lanjut secara penempatan sesudah diadakan treatment yang memadai.
Prinsip-Prinsip konseling anak usia dini adalah:
1.      Menciptakan hubungan harmonis dengan anak.
2.      Adanya toleransi.
      3.      menciptakan situasi aman dan menyenangkan.
3. Pentingnya Bimbingan Konseling Pada Anak Usia Dini
BK selama ini terkesan hanya mengatasi siswa-siswa yang mempunyai masalah saja, padahal BK juga membantu tercapainya segala aspek perkembangan siswa. Baik aspek akademik, bakat dan minat, emosional, sosial dengan teman, penyesuaian diri di lingkungan yang baru, menemukan jati diri dan sebagainya, tentunya akan lebih baik jika diarahkan sejak dini agar tercapai segala aspek perkembangan siswa yang maksimal.
Dari semua itu disinilah perlunya guru Bimbingan dan Konseling (BK) pada anak usia dini dalam membantu mengidentifikasi permasalahan anak usia dini dan membantu tercapainya segala aspek perkembangan anak usia dini.
Lembaga ini juga bertanggung jawab sepenuhnya terhadap perkembangan fisik, motorik, kognitif, dan mental spiritual.
Program BK ini sebenarnya sama pentingnya dengan program BK di sekolah menengah.sama sama memiliki tujuan yang sama yaitu, membantu peserta didik agar bisa berkembang  sesuai bakat , minat serta kemampuannya secara optimal serta dapat mencegah terjadinya masalah yang mingkin akan muncul pada peserta didik.
Adanya bimbingan dan konseling pada anak usia dini bukan berarti sekedar ikut-ikutan saja. Keberadaan bimbingan konseling dilingkungan anak usia dini juga dibutuhkan. Sebab, banyak perilaku bermasalah muncul pada peserta didik ketika dewasa yang disebabkan oleh masa lalunya diwaktu kecil. Hal ini menunjukan bahwa masa-masa awal anak telah kecolongan dalam hal tindakan pencegahan terhadap munculnya perilaku bermasalah di masa depan.
4.Asumsi dasar yang melandasi bahwa PAUD memerlukan bimbingan dan konseling
Asumsi dasar yang melandasi bahwa PAUD memerlukan bimbingan dan konseling adalah kesetaraan PAUD sekarang ini dengan pendidikan dasar dan menengah. Jika di lingkungan pendidikan dasar dan menengah bimbingan konseling sangat dibutuhkan, otomatis PAUD juga membutuhkannya.
Selain keahlian dan pengalaman pendidik, faktor lain yang perlu dipehatikan adalah kecintaan yang tulus pada anak, berminat pada perkembangan mereka, bersedia mengembangkan potensi yang dimiliki pada anak, baik dalam bersikap dan bersedia bermain dengan anak.
Tidak berlebihan jika PAUD dan jenjang pendidikan di atasnya adalah setara. Kesetaraan tersebut dapat dilihat dari segi yuridis landasan UU maupun tenaga kependidikan yang menanganinya. Dalam UU RI No. 20/2003 menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal dan informal. Pendidikan anak usia dini jalur formal berbentuk taman kanak-kanak (TK), raudhatul athfal (RA) atau bentuk lain yang sejenis; jalur nonformal berbentuk kelompok bermain (KB) dan bentuk lain yang sejenis; sementara di jalur informal berbentuk Taman Penitipan Anak (TPA) atau bentuk lain yang sederajat.
Jadi, pendidikan anak usia dini (PAUD), mencakup tiga lembaga pendidikan anak, yaitu TK/RA, KB dan TPA serta bentuk pelayanan sejenis. Biasanya, pendidikan TK/RA (pendidikan formal) hanya menerima peserta didik berusia 4-6 tahun. Sedangkan KB dan bentuk sejenis (pendidikan nonformal), hanya menerima peserta didik antara usia 2-4 tahun, adapun TPA (pendidikan informal) bisa menerima penitipan anak mulai dari usia 2 bulan sampai 2 tahun.
Pendidikan anak usia dini, dalam hal ini, hanya sebatas membantu dan mengarahkan proses tumbuh kembang anak agar lebih terarah dan terpadu. Orientasi pokok pendidikan anak usia dini adalah:
a) melatih kemampuan adaptasi belajar anak sejak awal.
 b)  meningkatkan kemampuan komunikasi verbal.
 c)  mengenalkan anak pada lingkungan dunia sekitar, seperti orang,    benda, tumbuhan, dan hewan.
d)  memberikan dasar-dasar pembelajaran berikutnya, seperti mengingat,   membaca, menulis dan berhitung sederhana.
Pendidikan anak usia dini, secara khusus bukan bertujuan untuk memberi anak pengetahuan kogniti (kecerdasan intelektual) sebanyak-banyaknya, tetapi mempersiapkan mental dan fisik anak untuk mengenal dunia sekitarnya secara lebih adaptive (bersahabat). Sifat pendidikannya lebih familiar (kekeluargaan), komunikatif (menyenangkan), dan yang paling utama adalah lebih persuasif (seruan/ajakan). Selama dalam proses pembelajaran tidak dikenal istilah-istilah pemaksaan, tekanan atau ancaman yang dapat mengganggu kejiwaan anak. Situasi dan kondisi seperti ini memang sengaja direkayasa dan diciptakan dengan tujuan agar anak mendapat ketenangan dalam belajar, serta mampu mengekspresikan dirinya secara lebih bertanggung jawab.
5. Dampak program bimbingan dan konseling di lembaga PAUD
Program bimbingan dan konseling di lembaga PAUD merupakan program bimbingan yang bermanfaat secara positif, tidak sekadar reaktif dan korektif. Terlebih lagi, jika program bimbingan ini bersifat kontinum berkelanjutan, dan terus-menerus, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi, bahkan sampai dimasyarakat. Tentu, hasilnya akan jauh lebih baik daripada bimbingan yang sifatnya eksidental semata.Tetapi, penekanan bimbingan dan konseling dapat berubah-ubah, sesuai dengan kebutuhan anak didiknya atau sesuai dengan taraf perkembangannya. Atas dasar ini, maka bimbingan konseling di PAUD tidak boleh hanya terfokus pada tumbuh kembangnya anak secara normal dan kompetensi calistung semata, melainkan juga harus menemukan jati diri anak didik yang unik dan khas, sesuai dengan kepribadiannya.
Petualangan pencarian jati diri anak didik harus dimulai sejak dini atau dilembaga PAUD. Sebab, penemuan dan pemahaman akan dirinya sendiri akan sangat membantu mereka dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan-lingkungan baru yang akan dihadapi. Disamping itu, penemuan jati diri atau kepribadian anak didik dapat membantu mereka dalam mengembangkan bakat, minat, dan potensinya.
Perlu ditegaskan disini bahwa bimbingan dan konseling di lembaga PAUD tidak hanya diberikan kepada mereka yang mempunyai perilaku bermasalah, melainkan juga harus diberikan kepada mereka yang sedang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Dengan demikian, konseling bukan hanya untuk mengatasi perilaku bermasalah pada anak didik, melainkan juga tindakan untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembangnya anak secara maksimal. Pandangan ini menitik beratkan pada bimbingan yang bersifat preventif, kesehatan mental, dan pengembangan diri daripada bimbingan yang menitik beratan pada psikoterapi maupun diagnosis terhadap perilaku bermasalah.
Terlebih lagi, ketika para psikolog telah menyadari betapa pentingnya melakukan identifikasi sejak dini terhadap perilaku bermasalah pada anak-anak. Dengan melakukan identifikasi ini, diharapkan anak-anak dimasa depan tidak lagi mengalami hambatan dalam belajarnya, terlebih lagi gangguan pada mentalnya.
Momen yang paling tepat untuk melakukan tindakan identifikasi ini adalah pada masa-masa awal usia dini atau di lembaga PAUD. Beberapa alasan berikut ini kiranya dapat memberi pemahaman kepada kita mengapa tindakan identifikasi untuk mencegah perilaku bermasalah paling tepat dilakukan pada masa usia dini atau PAUD.



       



BAB III
PENUTUP
           Kesimpulan
Secara sederhana setelah membahas kajian mengenai peran guru dalam bimbingan dan konseling di lembaga PAUD, penulis mempunyai tiga prinsip yang dapat digunakan secara umum yang harus dimiliki oleh para konselor di lembaga PAUD. Dan bila ketiganya dapat direalisasikan dalam pelaksanaannya maka kemungkinan besar konseling dapat berjalan dengan baik dan tujuan konseling dapat tercapai sesuai harapan.
Pertama, menawan hati. Konteksnya kemampuan guru atau orang tua peserta didik dalam “memikat” perasaan atau emosi anak didik, khususnya bila sedang dalam masalah. Dengan ini, diharapkan anak-anak bermasalah akan terkesima dan mencitrakan sosok tersebut sebagai orang utuh yang siap mengentaskan segala persoalannya dengan tulus, ihklas dan tanpa pamrih.

Kedua, tenang dalam menghadapi berbagai persoalan. Prinsip kedua bagi guru dan orang tua sebagai konselor bagi anak-anak di lemabaga PAUD adalah kemampuan bersikap tenang dalam menghadapi persoalan anak. Perawakan tenang dan menawan hati tersebut mampu membuat anak-anak bermasalah menaruh kepercayaan besar bahwa pendidiknya dapat mengatasi berbagai persoalan yang dihadapinya.
Ketiga, mampu berempati secara mendalam. Di samping menawan hati dan berperawakan tenang, konselor PAUD juga harus mampu berempati secara mendalam, tanpa harus berlarut dalam arus permasalahan anak. Ketika anak-anak mengemukakan masalah yang dihadapi, konselor harus mampu memasukan masalah yang dikemukakan anak didiknya tersebut kedalam perasaan, sehingga ia mampu merasakan apa yang dirasakan anak didiknya.
Dengan kemampuan ini maka anak didik akan merasakan kepuasan dalam setiap penyelesaian masalahnya, dan dapat dipahami secara penuh oleh pendidik PAUD secara sempurna. Atas dasar ini, anak akan menganggap bahwa bimbingan dan konseling dapat berguna dalam penyelesaian masalah di masa anak-anak terutam di lingkungan pendidikan anak usia dini.














DAFTAR PUSTAKA
Latipun. Psikologi Konseling. (Malang: UMM 2006).


Minggu, 06 April 2014

Persamaan dan Pertidaksamaan Linear


Matematika mempunyai materi yang sangat luas, tetapi satu sama lain mempunyai kaitan. Jadi dalam memahami matematika sebaiknya jangan tanggung-tanggung, walaupun sebenarnya ilmu apapun jika kita memahaminya dengan mantap maka hasilnya juga akan mantap. Kali ini materi yang akan kita bahas yaitu persamaan dan pertidaksamaan linear.

rumus matematika

1. Persamaan Linear

Persamaan linear merupakan sebuah persamaan aljabar dimana tiap sukunya mengandung konstanta atau perkalian konstanta dengan tanda sama dengan serta variabelnya berpangkat satu. Persamaan ini dikatakan linear karena jika kita gambarkan dalam koordinat cartesius berbentuk garis lurus. Sistem persamaan linear disebut sistem persamaan linear satu variabel karena dalam sistem tersebut mempunyai satu variabel. Bentuk umum untuk persamaan linear satu variabel yaitu y=mx+b yang dalam hal ini konstanta m menggambarkan gradien garis serta konstanta b adalah titik potong garis dengan sumbu-y.

FuncionLineal02.svg

Jika dalam sistem persamaan linear terdapat dua variabel maka sistem persamaannya disebut sistem persamaan linear dua variabel yang mempunyai bentuk umum Ax+By+C=0 dimana bentuk umum ini mempunyai bentuk standar ax+by=c dengan konstanta ≠0.
Dalam mencari titik potong suatu gradien kita gunakan rumus sebagai berikut :
Titik potong dengan sumbu x maka
Screenshot_18

Titik potong dengan sumbu y maka
Screenshot_19


Untuk persamaan linear yang memiliki lebih dari dua variabel memiliki bentuk umum :
Screenshot_20
dimana a1 merupakan koefisien untuk variabel pertama x1, begitu juga untuk yang lainnya sampai variabel ke-n.
Untuk lebih memahami masalah persamaan linera perhatikan contoh berikut :
1. Berikut ini diberikan bentuk beberapa persamaan, tentukan apakah termasuk persamaan linear atau bukan.
a.       x +  y = 5 (persamaan linear dua variabel)
b.      x+ 6x = -8 (persamaan kuadrat satu variabel)
c.       p+ q= 13 (persamaan kuadrat dua variabel)
d.      2x + 4y + z = 6 (persamaan linear tiga varibel)
2.  Carilah penyelesaian sistem persamaan  x + 2y = 8 dan  2x – y = 6
Jawab  ;
x + 2y = 8
2x – y = 6
(i) mengeliminasi variable x
x + 2y = 8  | x 2 | –> 2x + 4y = 16
2x – y = 6   | x 1 | –> 2x -    y = 6              -   ………*
5y  = 10
y = 2
masukkan nilai y = 2  ke dalam suatu persamaan
x  + 2 y = 8
x  + 2. 2 = 8
x + 4 = 8
x = 8 – 4
x = 4
HP = {4, 2}
(ii) mengeliminasi variable y
x + 2y = 8  | x 1 | –> x + 2y =   8
2x – y = 6   | x 2 | –> 4x – 2y = 12              +     ……*
5x  = 20
x  = 4
masukkan nilai x = 4  ke dalam suatu persamaan
x  + 2 y = 8
4  + 2y = 8
2y = 8 – 4
2y = 4
y = 2
4  = 2
HP =  {4, 2}
3. Selesaikan soal no 2 menggunakan cara substitusi
Jawab :
Kita ambil persamaan pertama yang akan disubstitusikan yaitu   x + 2y = 8
Selanjutnya persamaan tersebut kita ubah menjadi  x = 8 – 2y,
Persamaan yang diubah  tersebut disubstitusikan ke persamaan
2x – y = 6  menjadi :             2 (8 – 2y) – y = 6  ; (x persamaan kedua menjadi  x = 8 – 2y)
16 – 4y – y = 6
16 – 5y = 6
-5y = 6 – 16
-5y = -10
5y = 10
y =  2
masukkan nilai y=2 ke dalam salah satu persamaan :
x + 2y = 8
x + 2. 2. = 8
x + 4  = 8
x = 8 – 4
x = 4
Jadi  penyelesaian sistem persamaan tersebut adalah x = 4 dan  y = 2.
Himpunan penyelesaiannya : HP = {4, 2}
4. Harga 2 buah mangga dan 3 buah jeruk adalah Rp. 6000, kemudian apabila membeli 5 buah mangga dan  4 buah jeruk adalah Rp11.500,-
Berapa jumlah uang yang harus dibayar apabila kita akan membeli  4 buah mangga dan 5 . buah jeruk ?
Jawab :
Dalam menyelesaikan persoalan cerita seperti di atas diperlukan penggunaan model       matematika.
Misal:  harga 1 buah mangga adalah x dan harga 1 buah jeruk adalah y
Maka model matematika soal tersebut di atas adalah :
2x + 3 y = 6000
5x + 4 y = 11500
Ditanya  4 x + 5 y =  ?
Kita eliminasi variable x :
2x + 3 y = 6000     | x 5 |  = 10x + 15 y = 30.000
5x + 4 y = 11500   | x 2 |  = 10x +   8 y = 23.000    -    ( karena x persamaan 1 dan 2 +)
7y  = 7000
y  = 1000
masukkan ke dalam suatu persamaan :
2x + 3 y = 6000
2x + 3 . 1000 = 6000
2x + 3000 = 6000
2x   = 6000 – 3000
2x = 3000
x = 1500
didapatkan x = 1500 (harga sebuah mangga) dan y = 1000 (harga sebuah jeruk)
sehingga uang yang harus dibayar untuk membeli 4 buah mangga dan 5 buah jeruk
adalah  4 x + 5 y = 4. 1500 + 5. 1000
= 6000 + 5000 = Rp. 11.000,-

2. Pertidaksamaan Linear

Pertidaksamaan linear merupakan kalimat terbuka dalam matematika yang terdiri dari variabel berderajat satu dan dihubungkan dengan tanda pertidaksamaan. Bentuk umum dari pertidaksamaan linear dua variabel yaitu :
ax+by>c
ax+by<c
ax+by≥c
ax+by≤c
dengan a koefisien untuk x, b koefisien dari y dan c konstanta dimana a,b,c anggota bilangan riil dan a≠0,b≠0 .
Suatu penyelesaian dari pertidaksamaan linear biasanya digambarkan dengan grafik, adapun langkah-langkah dalam menggambar grafik pertidaksamaan linear yaitu sebagai berikut :
1. Ubah tanda ketidaksamaan menjadi persamaan
2. Tentukan titik potong koordinat kartesius dengan sumbu x dan sumbu y.
3. Gunakan titik uji untuk menentukan daerah penyelesaian.
4. Gambarkan grafiknya dan beri arsiran pada daerah penyelesaiannya.
Untuk lebih memahami tentang pertidaksamaan perhatikan beberapa contoh berikut :
contoh 1.
Contoh 1 Pertidaksamaan Linear Dua Variabel
contoh 2.
Contoh 2 Pertidaksamaan Linear Dua Variabel
contoh 3.
Gambarlah daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan linear berikut untuk xanggota bilangan real.
–x + 8y ≤ 80
2x – 4y ≤ 5
2x + y ≥ 12
2x – y ≥ 4
x ≥ 0, y ≥ 0
Penyelesaian :
Ubah pertidaksamaan menjadi bentuk persamaan dan gambarkan pada bidang koordinat
titik-titik-koordinat

tabel-titik-titik-koordinat

grafik-persamaan-linear
Selanjutnya uji titiknya untuk menentukan daerah penyelesaian. Dapat dengan cara substitusi atau dengan garis bilangan. Pada contoh kali ini menggunakan substitusi misalkan kita pilih titik (0,12)
uji-titik
Setelah titk tersebut disubstitusi menghasilkan pernyataan yang salah, sehingga daerah penyelesaiannya berlawanan dengan daerah yang mengandung titik (0,12).
daerah-penyelesaian
Dengan cara yang sama untuk persamaan yang lain telah kita peroleh grafik sebagai berikut.
Daerah penyelesaian dari pertidaksamaan tersebut adalah daerah yang terkena seluruh arsiran, yaitu :
daerah-penyelesaian-2
Semoga artikel ini dapat bermanfaat, selain materi persamaan dan pertidaksamaan linear ini sebelumnya telah saya berikan materi pertidaksamaan kuadrat. Selamat Belajar dan Semoga Sukses.

About