Senin, 17 Maret 2014

Seperti Apakah Sosok Seorang Guru Yang ditunggu Bangsat



Profesi yang paling mulia adalah guru, guru yang sering disebut (Pahlawan tanpa tanda Jasa) dengan kesungguhannya seorang guru bisa mendidik muridnya hingga suatu saat muridnya menjadi seseorang yang sukses mempunyai gelar brigadir, jendral, ataupun gelar apa saja yang telah dimilikinya. Dan sosok guru seperti apakah yang ditunggu untuk zaman sekarang ? inilah yang banyak menjadi pertanyaan dibenak orang-orang yang turut serta dalam dunia pendidikan terutama bagi para akademisi ataupun dalam jabatan fungsional terkait didaerah setempat.
Ada beberapa fakta mencengangkan juga yang perlu disampaikan terkait dengan proferi guru didalam kapasitasnya sebagai pendidik. Antara lain keprihatinan dalam terdapatnya beberapa guru yang kurang mengenal “Teknologi” disamping itu didalam rencana pengajaran juga mereka tak jarang mengira-ngira atau dengan semaunya mengajar tanpa membuat administrasi pengajaran sebagai tahap perencanaan seperti Prota, Promes, Silabus, RPP, dan sebagainya. Hal ini merupakan asumsi dari sebagian pihak yang menyangsikan kualitas guru pada akhirnya sebagai pendidik.
Dari itu untuk menjawab keterkaitan diatas sosok guru seperti apakah yang ditunggu untuk zaman sekarang ?
Pertama, tentunya sebagai pelopor bagi murid-muridnya guru sosok seperti ini untuk zaman sekarang pastinya menjadi idaman sebab jarang terdapat juga guru yang mempunyai mental lemah terlebih ciut bilaman bertemu dengan pemangku kekuasaan diatasnya hingga ia tak berkutik menghadapinya ataupun dengan prosedur yang telah ditetapkan. Kata gori guru seperti ini melandaskan ia pada dirinya perjuangan yang dengan sekuat tenaga ia memperjuangkannya, karena bagi dirinya “Berani akan kebenaran takut akan Kesalahan”. Ini adalah salah satu prinsip hidup seorang guru. Tetapi dalam kebenaran juga sering dibuat permainan  atau bahkan di tiadakan seolah-olah ketika jabatan, politik, uang, dan sebagainya datang menghadang (menguasai), dalam dunia kependidikan juga sama. Seperti halnya juga ada seorang Guru yang mempunyai kinerja yang hebat dan mempunyai predikat baik sekalipun terpaksa haeus dicabut oleh kepala sekolahnya karena akan ada anak dari seorang Bupati yang masuk dan menjasi Guru disekolahnya.
Tetapi perlu diingat juga Kebenaran adalah seatu nilai untuk menjadikan seseorang yang agung dan terhormat. Tentunya setiap manusia dimana dalam hati nurani masing-masing akan meridoinya. Sosok pelopor guru seperti inilah awal dari menjadi yang terdepan ketika terdapatnya mencoreng hal kebenaran dalam nilai itu sendiri. Tanpa memeperdulikan akibat yang akan terjadi dimasa mendatang nanti, dan ia pun yakin dalam hati nuraninya bahwa yang diperjuangkan selama ini adalah suatu nlai kebenaran bukan dari nilai kesalahan. Kalau semua guru diperkotaan dan didaerah –daerah menjungjung kebenaran seperti ini pastinya akan terpetik buah yang sangat manis. Pada akhirnya juga akan mendapat suasana kekeluargaan sekolah, kenyamanan sekolah, nama baik sekolah yangdiangkat oleh masyarakat dan lain sebagainya.

Kedua, Mengubah dan Menggugah sosok guru kategori seperti ini melandaskan pada dirinya sosok perubahan. Mengapa harus perubahan?  Hal ini merupakan dampak bagi dirinya dari suatu tindakan perubahan yang tentunya bersifat lebih baik dan bersifat positif. Tentunya didalam sesutu  yang ia ciptakan yang mengenai perbuatan maupun pembicaraan yang ia telah fokuskan untuk suatu perubahan yang berarti bagi para muridnya. Seperti contoh, seorang guru datang awal waktu sebelum bel berbunyi bahkan selalu tepat waktu ke sekolahnya, dan ini sudah mencontohkan kedisiplinan pada waktu.
Mengenai Mengubah dan Menggugah inilah untuk seorang guru harus mempunyai pendirian pada dirinya sendiri agar bisa memberikan contoh kepada semua muridnya sebagai keteladanan menjadi lebih baik lagi. kategori ini lebih tertuju kepada aspek keteladanan yang akan berimbas pada perubahan murid, sehingga yang tadinya murid sering berlaku salah akan menjadi baik dan terus lebih baik karena dalam hatinya ia pasti tersentuh oleh pesona seorang gurunya yang memberikan sikap keteladan yang  baik maupun ucapan bagi dirinyanya. Selain itu perlu diketahui , sosok  seorang guru seperti ini tidak terjerumus pula pada lembah pujian yang artinya ia melakukan pemberian keteladanan didalam bentuk ucapan maupun sikap semata-mata karena Tuhan Yang Maha Esa dan memfokuskan untuk perubahan kearah yang lebih baik juga bagi anak muridnya. sehingga tidak terlihat bagi sosok guru ini haus akan pujian,takut akan cacian bahkan sekalipun bingung dengan desakan dari beberapa pihak yang terkait jika pada akhirnya nanti terjadi sesuatu.
Pastinya, didalam berjalannya waktu serta apapun yang dinamakan proses pendidikan anak didik pun , akan termotivasi baik dalam mempunyai hati nurani yang tulus dan mampu tersentuh manakala pancaran keteladanan seorang guru tersebut  benar-benar terlihat sebagai pendidik.
Fenomena sosok seorang guru yang dilihat dari institusi pendidikan khususnya, dan ini merupakan suatu  objek yang menjadikan sorotan paling utama bagi keberhasilan para anak muridnya ataupun sebagai investigasi. Hal ini karena adanya sentuhan seorang guru secara langsung kepada anak muridnya terutama pada saat –saat jam pelajaran sekolah.
Maka dari itu guru dituntut untuk mensukseskan anak muridnya agar selaras dengan apa yang dijadikan harapan kedua orang tua dan kelak untuk bekalnya berada  disekeliling orang lain. Tidak hanya itu, guru pun harus menguasai berbagai banyak keahlian “multi-talent” yang sangat penting  terlebih bagi zaman sekarang ini  yang serba canggih didalam penguasaan teknologi dan komunikasi.
Dan yang ketiga, Guru yang menjadi panutan banyak muridnya ialah sosok guru yang pastinya bukan pemain. Dalam artian guru yang telah menyandang tidak berniat Memanipulasi ataupun Korupsi, baik itu tenaga, keuangan, sekalipun waktu. Karena hal dalam memanipulasi adalah perbuatan yang sangat keji, dan menyalahi aturan nilai kebenaran. Yang pada akhirnya berujung pada jurang kehancuran untuk hidupnya. Kenapa? Karena ia menyadari akan adanya pembalasan untuknya apa itu setelah tiada maupun masih ada. Karena semuanya ini ada hukum alam yang demikian ini membuat hidupnya tidak tenang dimana kenikmatan yang Tuhan berikan sangat luar biasa hilang begitu saja.
Berbicara mengenai memanipulasi ataupun korupsi ini pada seorang guru bisa terjadi untuk melakukan hal demikian walaupun kelihatannya biasa dengan korupsi waktu dimana ia bermalas-malassan untuk  masuk kelas  dengan alasan  tidak enak badan hingga pada akhirnya ia hanya memberi tugas kepada anak muridnya atau dalam hal lain ia mengadakan ujian praktek dan melakukan kenaikkan harga sehingga mendapatkan keuntungan yang luar biasa.
Dan pada kesimpulannya Sosok guru seperti apakah yang ditunggu untuk zaman sekarang ini ialah sosok guru yang tidak hanya memanfaatkan kesenangan buat dirinya sendiri tetapi untuk kemanfaatan di sekeliling anak muridnya, kepala sekolah, patner guru lain, masyarakat sekitar dan kedua orang tua anak muridnya. Sangat wajar juga jika para guru berharap memdapatkan perhatian lebih dari pemerintah pusat didalam bentuk fasilitas yang memadai, dan kesejahteraan finansial karena mereka mrmpunyai tugas  fungsional yang tidak mudah, salah satunya mendidik para siswa-siswinya untuk generasi penerus bangsa.
Akhir kata harapan untuk para guru bisa menjadi pelopor seperti diatas yang menjadikan sosok guru-guru yang di tunggu-tunggu oleh bangsa ini.



Keterampilan Guru dalam Membuka dan Menutup Pelajaran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About